Detail Cantuman Kembali
efisiensi volume pekerjaan lambung pada kapal niaga
Indonesia merupakan negara maritim yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan, sehingga masyarakatnya banyak yang memanfaatkan sumber daya lautnya. Laut banyak dimanfaatkan sebagai media transportasi, baik untuk orang maupun logistik yang mempergunakan kapal niaga. Banyaknya kapal niaga di Indonesia membuat industri reparasi kapal semakin dibutuhkan, karena menurut aturan klasifikasi kapal membutuhkan perawatan serta perbaikan secara berkala. Dalam penelitian ini lebih difokuskan untuk kapal peti kemas (container ship), kapal curah (bulk carrier) dan kapal tanker (oil tanker). Dalam reparasi kapal yang paling diperhatikan yaitu kondisi badan kapal terutama lambung kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi volume pekerjaan reparasi lambung kapal agar pekerjaan perawatan/perbaikan bisa berjalan secara optimal, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi volume pekerjaan reparasi lambung, dan menganalisis urutan pekerjaan reparasi lambung kapal yang efisien. Metode yang digunakan untuk menghitung luasan lambung yaitu perhitungan Lloyd’s Register, Simpson’s Rule dan Stability Booklet. Metode yang digunakan untuk menentukan urutan pekerjaan yaitu dengan Questionnaire. Hasil perhitungan DEA (Data Envelopment Analysis) menunjukkan urutan perhitungan luasan lambung yang pertama adalah metode Lloyd’s Registers dengan nilai -31.2%, kedua Stability Booklet dengan nilai -33.99% dan ketiga Simpson’s Rule dengan nilai -34.7%. Skor efisiensi nilai 100% (efisien) terdapat satu kapal yaitu MT. Petro Ocean XXVII. Rentang nilai 81-90% (cukup efisien) terdapat empat kapal yaitu KM. Cipta sarana, KM. Primax, MT. Cosmic 15 dan MT. Elok Selatan. Rentang nilai 71-80% (kurang efisien) terdapat dua kapal yaitu KM. Velocity dan KM. Trinity. Rentang nilai 61-70% (tidak efisien) terdapat dua kapal yaitu KM. Asia Pesona dan KM. Asia Pratama. Faktor yang mempengaruhi efisiensi yaitu perhitungan luas lambung kapal, gambar rencana garis, dan peraturan klasifikasi. Urutan pekerjaan reparasi lambung kapal menurut aturan klasifikasi harus dilakukan secara berurutan, namun dalam industri galangan kapal jika kerusakan tidak parah, maka bisa dilakukan pengecekan dan reparasi pada bagian tertentu.
Dolok Joko Kencono - Personal Name
Dr. Ali Azhar, S.T., M.T. - Personal Name
Prof. Dr. Bagiyo Suwasono, S.T., M.T. FRINA - Personal Name
Dr. Ali Azhar, S.T., M.T. - Personal Name
Prof. Dr. Bagiyo Suwasono, S.T., M.T. FRINA - Personal Name
626.25.24 Dol e
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
xii, 123 p. : ill. ; 29 cm.
Tesis
LOADING LIST...
LOADING LIST...







